2022-04-19 14:36:49

SESNA Group dukung Transisi Energi Terbarukan Melalui Pengembangan Energi Surya pada Indonesia Solar Summit 2022




(19/04) Indonesia Solar Summit (ISS) 2022 diselenggarakan pada 19 April 2022. ISS diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) dan mengundang stakeholders dari berbagai sektor, diantaranya pemerintah, swasta, Independent Power Producers (IPPs), perusahaan pengembang energi surya, lembaga pembiayaan, asosiasi, dan lain-lain. ISS bertujuan untuk memobilisasi potensi investasi energi surya Indonesia dan mengakselerasi pemanfaatan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk mencapai target Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). ISS 2022 mengidentifikasi perkembangan, realisasi, potensi, dan komitmen pengembangan proyek PLTS pada 2022 hingga 2023 dan potensi pengembangan energi surya di Indonesia hingga 2030. Indonesia telah menyatakan komitmen untuk mengakselerasi transisi energi global melalui transisi energi nasional pada G20 summit 2022 guna mencapai Net Zero Emission 2060. Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar, oleh karena itu pengembangan PLTS merupakan salah satu cara yang paling dilirik untuk mendukung transisi menuju penggunaan energi terbarukan. Indonesia memiliki target pencapaian bauran energi terbarukan hingga 23% pada 2025.

Ego Syahrial, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, mewakili Menteri ESDM, “Pemerintah memiliki tiga program besar pemanfaatan energi surya, yaitu PLTS atap, PLTS ground-mounted skala besar, dan PLTS terapung. Implementasi beragam program ini membutuhkan kontribusi dari banyak pihak, tak hanya pemerintah, pemegang wilayah usaha, maupun pengembang energi terbarukan, tetapi juga para pengguna energi, seperti sektor komersial dan industri,” jelas Ego dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Indonesia Solar Summit/ISS 2022 di Jakarta, Selasa (19/4).

Pada pelaksanaan ISS 2022, terdapat pula penandatanganan Deklarasi Gigawatt Indonesia, yakni pernyataan komitmen untuk mendukung pengembangan proyek PLTS di Indonesia sebesar 2.3 Gigawatt hingga 2023. Deklarasi ini ditandatangani oleh 32 deklarator yang terdiri dari Independent Power Producers (IPPs), perusahaan pengembang energi surya (Solar Developers), EPCs, perusahaan sektor komersial dan industri. SESNA Group merupakan salah satu dari 32 deklarator yang ada. Hal ini merupakan bentuk pernyataan komitmen SESNA Group dalam mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia. SESNA Group merupakan perusahaan pengembang energi surya, SESNA Group telah mengembangkan IPP sebesar 3 mWp di Indonesia Timur dan menjalankan proyek pengembangan PLTS untuk komersial dan industri sejak 2013.

Indonesia Solar Summit (ISS) 2022 digelar pada 19 dan 20 April 2022 menghadirkan narasumber Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi, perwakilan Kementerian Keuangan, CEO perusahaan nasional dan multinasional, dan 15 pembicara lokakarya Summit Day 2 dengan dukungan dari Bloomberg Philanthropies, Bloomberg NEF, International Solar Alliance, Asosiasi Energi Surya Indonesia, dan Clean Affordable and Secure Energy in Southeast Asia (CASE) Project. ISS 2022 dihadiri 1000 peserta secara daring dan luring.

###

By: Valencia Octaviani