2021-04-12 15:18:21

Solar Warrior Indonesia kembangkan Portofolio Proyek PLTS dengan PT Kideco Jaya Agung dukung Program Green Mining




Keberhasilan dalam pengembangan salah satu proyek IPP (Independent Power Producer) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pertama di Indonesia, tidak membuat Solar Warrior Indonesia – PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) untuk berhenti mengembangkan kiprah dan portofolionya dalam investasi di proyek pertambangan. Melalui program green mining, Solar Warrior Indonesia menggandeng PT Kideco Jaya Agung dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai target nasional peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan hingga 23% di tahun 2025.


Menggunakan skema pembiayaan berbasis efisiensi electricity cost, Solar Warrior Indonesia telah melakukan instalasi off grid genset - solar PV hybrid system tahap pertama dengan kapasitas solar PV sebesar 409 kWp yang dibangun baik di atas atap (rootop system) maupun tanah (ground mounted system), dilengkapi dengan kapasitas Sistem Penyimpanan Energi Baterai sebesar 200 kWh. Proyek ini merupakan satu proyek percontohan yang rencananya akan dikembangkan hingga kapasitas 10 MWac dengan integrasi baterai.


Pengerjaan proyek integrasi energi terbarukan di lahan tambang ini memiliki tantangan tersendiri yaitu hybrid system dengan sistem pengaturan operasi secara otomatis antara PLTS, Sistem Penyimpanan Energi Baterai dan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang tersedia. Pengintegrasian PLTS dengan PLTD juga pernah diterapkan secara tidak langsung pada proyek-proyek IPP Solar Warrior di rural area - yang berlokasi di Sumba Timur, Maumere, dan Ende – dimana hampir seluruh beban sistem sebelum adanya sistem PLTS dibangkitkan menggunakan PLTD. Tentunya pengalaman tersebut menjadi modal yang sangat kuat bagi Solar Warrior Indonesia dalam melebarkan sayapnya di pasar komersial dan industrial (Commercial & Industry) yang pada umumnya memiliki akses listrik yang jauh lebih baik dan stabil.


Berlanjut ke sisi teknis, proyek yang mulai diinstalasi pada akhir November 2020 ini dilaksanakan di lahan konstruksi seluas 3.065 m2 dengan total area instalasi panel seluas 2.692 m2. Berlokasi di area basecamp Kideco tepatnya di Kabupaten Paser – Kalimantan Timur, target operasi komersial (Commercial Operating Date / COD) PLTS tersebut akan dimulai pada akhir Maret 2021. Chief Infrastructure Officer Kideco, Kim Il Soo, menyatakan “Kideco mendukung pemerintah Indonesia menerapkan Energi Baru Terbarukan pada sisi pemanfaatan energi surya yaitu pembangunan solar PV system dengan kapasitas 409 kWp yang diaplikasikan untuk kelistrikan perumahan karyawan agar tercipta green energy di kawasan Kideco.”


CEO Solar Warrior Indonesia, Rico Syah Alam, menyatakan bahwa kerjasama kedua belah pihak ini dapat terlaksana berkat kepercayaan Kideco kepada Solar Warrior Indonesia sebagai pengembang sistem listrik tenaga surya dengan skema bisnis efisiensi, dimana bukan hanya mementingkan pengembangan industri semata, melainkan juga mendukung misi Kideco sebagai perusahaan tambang yang mengedepankan prinsip berkelanjutan. “Setiap insan di Solar Warrior Indonesia memiliki passion yang sama dalam membangun masa depan energi Indonesia yang bersih dan terbarukan melalui model bisnis yang kreatif berbasis efisiensi biaya listrik. Selain produk yang berkualitas dengan harga terjangkau, engineering and commercial concept yang tepat sasaran menjadi modal kuat kami untuk memasuki dan membangun era Energi Baru Terbarukan di Indonesia.”


Pada wawancara online dengan Kim Il Soo selaku Chief Infrastructure Officer Kideco Februari lalu, beliau mengungkapkan “Solar Warrior Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan kami, mulai dari sisi teknologi yang digunakan cukup mutakhir, hingga penyediaan layanan yang solutif dengan pemanfaatan energi solar sebagai pengganti pembangkit berbahan bakar fosil”. Dengan pelayanan lengkap tersebut, langkah ini merupakan keputusan tepat bagi Kideco sebagai perusahaan tambang batubara yang sangat memperhatikan aspek lingkungan sehingga akan terus berupaya untuk melakukan kontribusi nyata dalam mengurangi dampak lingkungan yang ada pada setiap proses kegiatan pertambangan, dimana diartikan sebagai konsep green mining.


Solar Warrior Indonesia ditunjuk secara resmi oleh PT Kideco Jaya Agung untuk mengakomodasi serta mengimplementasikan dukungan energi terbarukan melalui pembangunan PLTS di area basecamp dalam rangka mencapai efisiensi lebih tinggi pada biaya kelistrikannya. “Penggunaan PLTS memasuki tahap yang penting dalam menyelesaikan masalah krisis energi di Indonesia. PLTS sudah bukanlah masa depan tetapi menjadi solusi terbaik yang harus diambil. Selain mendukung program pemerintah Indonesia dalam mencapai pemanfaatan EBT sebesar 23% dalam Bauran Energi Nasional di tahun 2025, PLTS sendiri dapat dengan segera memberikan efisiensi biaya listrik (electricity cost) sekaligus turut serta mendukung pembangunan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.” ujar Rico Syah Alam.


Harapannya, proyek integrasi tenaga surya dalam sistem energi ini dapat diselesaikan sesuai target sekaligus berfungsi secara optimal dalam kurun waktu yang sangat panjang yaitu 25 tahun. Sebagai salah satu pemimpin industri pertambangan batubara di Indonesia, Kideco juga berharap agar perusahaan-perusahaan sejenis lainnya dapat segera mengimplementasikan Energi Baru Terbarukan di lingkungan masing-masing. Hal ini mengingat bahwa industri pertambangan batubara merupakan salah satu sektor industri yang termasuk krusial dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, dimana Indonesia merupakan salah satu produsen serta eksportir batubara terbesar di dunia. Proses produksi batubara yang dilakukan tersebut meninggalkan area-area bekas tambang di lokasi. Oleh karena itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencanangkan program konversi sebagian lahan bekas tambang menjadi area potensial untuk memanfaatkannya menjadi lahan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.


Solar Warrior Indonesia merupakan pengembang proyek energi surya terintegrasi di Indonesia yang diinisiasi oleh PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) sebagai suatu platform untuk memperkenalkan manfaat penggunaan sistem panel surya kepada sektor swasta. PT SESNA sebagai holding company telah memiliki pengalaman sebagai mitra bangsa Indonesia jangka panjang melalui pengembangan proyek Independent Power Producer (IPP) sebagai produsen listrik berbasis tenaga surya di beberapa lokasi di Indonesia Timur. Didukung oleh berbagai sertifikasi berstandar ISO dan sertifikasi resmi dari Kementerian ESDM, Solar Warrior Indonesia berharap dapat memberikan solusi cerdas dan integratif dalam teknologi energi terbarukan dengan konsep penghematan yang efisien dan berkelanjutan.


Berbicara mengenai profil mitra, Kideco mendapatkan beragam sertifikasi dan penghargaan berdasarkan praktik pertambangan yang baik. Salah satunya pada tahun 2019, Kideco telah dianugerahi penghargaan PROPER Nasional peringkat Emas (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Tanggapan Kim terkait hal ini “Kita selalu berupaya meningkatkan kualitas lingkungan yang ada di area pertambangan, salah satunya yaitu Arboretum Tandarayan, yang berfungsi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas habitat pada lahan bekas tambang melalui kegiatan reklamasi pascatambang. Kita juga terus berupaya untuk dapat meminimalkan dampak lingkungan dengan melakukan inovasi pada setiap tahapan proses kegiatan pertambangan dan kali ini juga kami mulai menerapkan Energi Baru Terbarukan yaitu solar pv system agar dapat menerapkan penggunaan energi yang ramah lingkungan.”

###


By: Atikah Amaliadanti